Senin, 04 Februari 2013

Ketika Menjiarahi Kota



Ketika Menziarahi Kota
Saat kita tak mampu lagi mengecup bibir sunyi, jalanan makin menggerakkan keangkuhan. Tangan dan kaki kita telah hilang daya. Di akhir setiap perjalanan, kita hanya bisa menampung kabar dari jauh. Betapa manusia kita tinggal padang-padang terbuka
Ketika orang-orang menyatukan gelisah di atas kecemasan bersama, kita temukan doa-doa mengapung di dalam akuarium
Nyanyian-nyanyian sederhana berlepasan dari badan, dikoyak geraham waktu. Arah di dalam diri jadi sungsang dihujani serbuk rindu
Sepertinya kita telah kehilangan tarian masa lalu. Terlebih kini, usia kita makin letih diguyur reruntuhan tahun-tahun. Dan seperti ada yang hilang tak tertahan dari genggaman, genggaman kita yang makin mengkhawatirkan di atas bentangan peradaban
14-15 April 2012
Lauh Sultan Kusnandar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar